Okee kali ini saya akan cerita pengalaman saya diawal tahun ini.
Tanggal 3 Januari 2015 kemarin, saya pergi ke Gn. Munara. Mungkin untuk segilintir orang yang suka hiking, traveling gak akan asing kalau dengar kata Gn.Munara yang terletak di daerah Rumpin, Parung Bogor. Awalnya saya masih ragu untuk ikut, karna alasan yang paling kuat adalah sekarang musim hujan dan udah kebayang track disana itu pasti bakal licin. Tapi karna ada sesuatu hal "MISI" saya putuskan untuk ikut ke Gn.Munara.
Niat nya sih dari sehari sebelumnya kita berangkat dari rumah jam 8, tapi yaa karna jam Indonesia jam karet kita baru berangkat sekitar jam 10an. Saya dan Lilis, Oim dengan kekasih pujaan nya :D . Alhamdulillah dari jakarta cuaca mendukung, panas eeuyy dan berharap sampai di bogor pun panas. Kami berangkat dari Condet, lewat depok dan akhirnya sebelum dhuzur sudah sampai di perbatasan bogor-jakarta. Tujuan pertama kami adalah ke rumah sodaranya Oim dulu, karna sodaranya dia yang akan jadi tourguide kita menuju Gn. Munara. Sebelum sampai di rumah sodaranya oim, kami mampir ke Alfamart terlebih dahulu untuk membeli perbekalan kita nanti. Baru aja masuk ke dalam Alfamart, ternyata diluar hujan deras. Kami pun segera mengamankan helm kami. Setelah sekitar 15menit, hujan pun reda dan kami melanjutkan perjalanan kami ke rumah sodara oim yang letaknya tidak jauh lagi dari Alfamart tadi. Sampai di rumah sodara oim pas adzan dhuzur. Waktu nya istrahat sejenak, shalat dan persiapan untuk berangkat ke Gn. Munara.
Kami berangkat dari rumah sodara oim jadi ber5, saya, lilis, oim, irwan dan joko (sodara oim). Start mulai pukul 13.00. Oiyaa, ternyata si Joko sodaranya oim itu pun belum tau dimana letaknya Gn.Munara :D Tetapi kalau arah kesananya sih masih paham lah, karna dia kan asli parung. Cuss berangkat~ Jalan untuk menuju Gn.Munara lumayan cukup parah, karna banyak lobang dimana-mana. Dan banyak truk pengangkut pasir yang melalui jalan itu juga. Jadi bagi kalian yang membawa kendaraan pribadi seperti mobil ataupun motor harus berhati-hati. :) Setelah setengah perjalanan dan nanya warga sekitar arah menuju kesana, tibatiba oim memberitahu saya bahwa ban saya kurang angin. Dan gak jauh ada bengkel, kami pun berhenti. Setelah di cek sama abang nya, katanya ban saya bocor bukan kurang angin dan karna ban saya ban tubles disitu tidak bisa menggantinya. Alhasil kami harus mencari tambal ban tubles -_- Menurut warga sekitar didepan ada yang bisa tambal ban tumbles. Yaap kami segera menuju kesana, searah dengan tujuan kami. Dan setelah sampai disana bengkel nya sepi, benar disitu bisa tambal ban tumbles dan satusatunya bengkel yang bisa tambal ban tumbles didaerah situ. Tetapi abang nya sedang keluar, dan kami mau gak mau harus nunggu sampai abang nya datang. Tetttt~ Setelah hampir setengah jam menunggu akhirnya si abang yang di tunggu tunggu datang. Alhamdulillah~ Si abang pun mengecek ban motor saya, ternyata ban nya tidak bisa ditambal lagi karna apalah saya gak ngerti dan harus diganti ban dalam dengan ban biasa. Yaa mau diapain lagi yaa kan, akhirnya ban saya diganti ban dalam biasa. Akhirnya motor saya beres dan kita bisa melanjutkan perjalanannya. Huffttt
Waktu semakin sore yang menunjukkan pukul 15.00 dan kita belum sampai di tempat. Perjalanan kita lanjutkan dan gak sampai 15menit kita sudah masuk gang yang menunjukkan arah ke Gn. Munara. Didepan gang ada orang yang meminta retribusi untuk masuk, satu motor Rp. 2.000 dan kita 3 motor jadi Rp. 6.000. Setelah melewati rumah penduduk, akhirnya kami sampai diparkiran. Ternyata banyak sekali pengunjung yang datang kemari dan ada yang baru sampai juga. Sambil parkir motor, ada adik kecil yang menghampiri kami. Dia menawarkan untuk menjadi tourguide kami untuk sampai di puncak sana dengan biaya Rp. 30.000. Setelah berunding, akhirnya kami sepakat dia jadi tourguide kami karna kita juga gak tau arahnya dan bisa mempercepat kita sampai disana. Oiyaa sebelum kami masuk dan memulai perjalanan, kami didata terlebih dahulu dan diminta kontak yang bisa dihubungi oleh masyarakat disitu dan dimintai tiket masuknya Rp. 2.500/orang. Murah bukan? Perjalanan kami mulai~
Kami banyak bertanya pada si acil yang menjadi tour guide kami itu. Katanya disini yang jadi tour guide itu yaa seumuran dia, sekitar 10thn lah yang masih duduk di bangku SD. Dan jalur ke puncak sekarang juga cukup terjal, karna habis hujan. Pertama, kami melewati sawah dan jembatan kayu dimana dibawahnya itu sungai dan banyak orang yang setelah dari puncak bersih-bersih disungai itu. Ada yang bersihin sepatunya, ada juga yang nyuci motor disitu loh. Kata si acil biasanya untuk sampai ke puncak itu memerlukan waktu 1jam dan kami pun berharap bisa sampai dalam waktu 1jam. Dalam perjalanan kami bertemu dengan mereka yang habis dari puncak munara juga. Kami pun saling menyapa. Dan yang terlihat dari mereka itu dengan sepatu belok-belokand dan ada juga yang memilih nyeker karna mungkin sepatu/sendal mereka licin. Hmmm udah kebayang banget kalau track nya itu pasti tanah liat yang masih basah dan yang pasti licin -_- Belum lama perjalanan aja, sepatu ku udah penuh dengan tanah. Belum sampai di pos satu kami memutuskan untuk istirahat sejenak.
| Pertama kalinya poto nih |
| Muka-muka kecapean karna udah lama gak olahraga. |
| Ini dia Joko dan si acil yang jadi tour guide kita, |